Mahasiswa Program Studi Perikanan Universitas Hang Tuah Surabaya melaksanakan praktikum biologi perikanan di laboratorium perikanan. Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang aspek-aspek biologi perikanan, seperti pertumbuhan, reproduksi, dan kebiasaan makan ikan. Praktikum dimulai dengan pemaparan materi oleh dosen pembimbing praktikum. Materi yang disampaikan meliputi pengertian biologi perikanan, aspek-aspek biologi perikanan, dan pentingnya biologi perikanan bagi pengelolaan sumber daya perikanan. Setelah pemaparan materi, mahasiswa melakukan praktikum pertumbuhan ikan. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang dan bobot ikan. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan beberapa ikan yang memiliki ukuran dan bobot yang berbeda. Mahasiswa kemudian mengukur panjang dan bobot ikan tersebut. Hasil pengukuran panjang dan bobot ikan kemudian dicatat dalam tabel. Tabel tersebut berisi data panjang, bobot, dan hubungan antara panjang dan bobot ikan.

Mahasiswa Program Studi Perikanan Universitas Hang Tuah Surabaya melaksanakan praktikum pakan buatan di laboratorium perikanan. Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pembuatan pakan buatan untuk ikan. Praktikum dimulai dengan pemaparan materi oleh dosen pembimbing praktikum. Materi yang disampaikan meliputi pengertian pakan buatan, komponen pakan buatan, dan cara pembuatan pakan buatan. Setelah pemaparan materi, mahasiswa melakukan praktikum pembuatan pakan buatan untuk ikan lele. Praktikum ini dilakukan di laboratorium perikanan UHT.

Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan pakan buatan, seperti tepung ikan, tepung kedelai, tepung jagung, minyak ikan, dan vitamin. Mahasiswa kemudian mencampurkan bahan-bahan tersebut sesuai dengan formula yang telah ditentukan. Setelah itu, campuran bahan-bahan tersebut kemudian dicetak menjadi pelet. Mahasiswa kemudian menimbang pelet yang telah dibuat untuk mengetahui beratnya. Pelet yang telah ditimbang kemudian disimpan dalam wadah tertutup untuk disimpan. Praktikum pakan buatan di Lab Perikanan UHT berjalan lancar dan sukses. Mahasiswa dapat memahami materi yang disampaikan dan dapat melakukan praktikum dengan baik.


Mahasiswa Program Studi Perikanan Universitas Hang Tuah Surabaya melaksanakan praktikum budidaya udang kolam terpal di laboratorium perikanan. Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang cara budidaya udang secara intensif di kolam terpal.

Praktikum dimulai dengan pemaparan materi oleh dosen pembimbing praktikum. Materi yang disampaikan meliputi pengertian budidaya udang, kolam terpal, dan cara budidaya udang di kolam terpal. Setelah pemaparan materi, mahasiswa melakukan praktikum persiapan kolam terpal. Praktikum ini dilakukan di laboratorium perikanan UHT.

Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan kolam terpal dan perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk persiapan kolam terpal. Mahasiswa kemudian melakukan persiapan kolam terpal sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Persiapan kolam terpal meliputi:

  • Memasang kolam terpal di tempat yang sesuai.
  • Mengisi kolam terpal dengan air bersih.
  • Menambahkan probiotik dan bakteri pengurai ke dalam air kolam.
  • Menanam fitoplankton dan zooplankton di kolam.

Setelah persiapan kolam terpal selesai, mahasiswa kemudian melakukan penebaran benur udang. Penebaran benur udang dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada benur.

Benur udang yang ditebar adalah benur udang vaname yang berukuran sekitar 1-2 cm. Benur udang tersebut ditebar dengan kepadatan sekitar 500 ekor per meter persegi.

Setelah penebaran benur udang, mahasiswa kemudian melakukan pemeliharaan udang. Pemeliharaan udang meliputi pemberian pakan, pengelolaan kualitas air, dan pengendalian hama dan penyakit.

Pemberian pakan dilakukan secara rutin, yaitu dua kali sehari pada pagi dan sore hari. Pakan yang diberikan adalah pakan buatan yang berkualitas.

Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan cara menjaga suhu air, pH air, dan oksigen terlarut dalam air. Suhu air yang ideal untuk budidaya udang vaname adalah antara 25 hingga 30 derajat Celcius. pH air yang ideal untuk budidaya udang vaname adalah antara 7,5 hingga 8,5. Oksigen terlarut dalam air yang ideal untuk budidaya udang vaname adalah antara 3 hingga 5 ppm.

Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kolam dan lingkungan sekitar kolam. Hama dan penyakit yang sering menyerang budidaya udang vaname adalah kutu udang, jamur, dan bakteri. Praktikum budidaya udang kolam terpal di Lab Perikanan UHT berjalan lancar dan sukses. Mahasiswa dapat memahami materi yang disampaikan dan dapat melakukan praktikum dengan baik.